dudit
Blog Universitas Komputer Indonesia

Cara Menulis Deskripsi Produk yang Jitu dan Menjual

Cara Menulis Deskripsi Produk yang Jitu dan Menjual

Ketika berbisnis online, entah di marketplace atau web, beberapa hal yang dapat Anda kerjakan untuk mendukung pemasaran. Satu diantaranya, menulis deskripsi produk yang baick. Ya, deskripsi produk tidak cuma berperan untuk mempermudah calon customer mengenal produk Anda. Tapi juga untuk mengundang perhatian dan memberikan keyakinan mereka untuk beli.

Tidak perlu kebingungan. Kami telah mempersiapkan beberapa panduan penulisan deskripsi produk yang pas dan beberapa misalnya di artikel ini. Ingin tahu? Yok, baca langsung penjelasannya sampai habis! Deskripsi produk ialah info yang menerangkan produk Anda, baik berbentuk detail produk, kelebihan, langkah pemakaian dan lain-lain.

Untuk penjual, deskripsi produk berguna untuk dapat mengenalkan produk mereka secara detil. Lantas dari segi calon konsumen, deskripsi produk akan mempermudah mereka dalam menimbang apa produk Anda betul-betul bugar dengan keperluannya atau mungkin tidak. Nah, inilah cara menulis produk deskripsi yang pas:

1. Kenali Target Konsumen Anda

Hal utama yang perlu Anda kerjakan saat sebelum menulis deskripsi produk ialah mengenal siapa sasaran customer Anda. Langkah ini dapat dengan diawali pahami buyer figur, alias cari tahu bagaimana watak calon customer Anda. Dimulai dari interest mereka, apa yang mereka perlukan, berapa kerap mereka berkunjung web atau sosial media Anda, dan sebagainya.

Disamping itu, ketahui bagaimana tata bahasa yang pas untuk membuat komunikasi sama mereka. Umumnya, tata bahasa bisa disamakan dengan umur sasaran customer, hasrat komedi, atau bahkan juga citra merek yang ingin Anda buat di mata customer.

2. Fokus pada Manfaat Produk

Sayangnya, banyak penjual yang terpusat pada keterangan feature daripada faedah. Walau sebenarnya, faedah dan feature produk ialah dua hal yang lain. Customer sendiri kerap tidak memerhatikan masalah feature, lho. Mereka cuman perduli pada faedah yang dapat mereka peroleh dari produk itu.

Maka apakah beda di antara feature dan faedah? Feature sebagai segala hal yang dipunyai pada produk. Dan faedah ialah suatu hal yang didapat customer saat memakai produk Anda.

Misalnya seperti deskripsi produk garam Himalaya yang dipasarkan pada salah satunya marketplace di bawah ini.
Deskripsi produk yang konsentrasi pada faedah. Andaikan penjual cuman mengatakan jika garam Himalaya tiba dari Pakistan, belum pasti customer akan berminat untuk beli, kan?

3. Berikan Sentuhan Emosional

Deskripsi produk yang memikat umumnya tidak sekedar hanya berisi mengenai detail, feature dan faedah saja. Tapi Anda bisa juga memberi sedikit sentuhan emosional untuk menjadikan lebih terkesan. Ada beberapa langkah untuk Anda dapat berpesan yang sentuh di saat menulis deskripsi. Satu diantaranya dengan story telling.

Seperti yang sudah dilakukan Agradaya, usaha lokal yang jual beberapa produk rempah asli lokal. Nyaris tiap postingannya di sosial media, Agradaya selalu usaha membuat narasi yang terkesan saat tuliskan deskripsi produk. Misalkan, dengan bercerita perjuangan ibu-ibu dusun yang turut berperan serta pada proses pembikinan produknya hingga dapat hasilkan beberapa produk yang berkualitas.

Baca Juga : Penerbit mayor.

4. Gunakan Bahasa yang Natural

Ketika teks deskripsi produk Anda dibaca, apa intonasinya telah kedengar friendly? Atau justru berkesan kaku seperti robot? Jika begitu, coba ganti kembali tone dan pemakaian kosa kata tulisan Anda. Sama seperti dengan sentuhan emosional barusan, gaya bahasa dan tone tulisan yang conversational akan mempermudah merek Anda tersambung dengan customer.

Triknya dengan memakai bahasa yang biasa dan gampang diolah. Upayakan untuk menghindar keterangan yang berbelit supaya tidak membuat audience jadi jemu. Contoh langkah menulis deskripsi produk yang conversational ialah seperti di bawah ini.

Kelihatan jika merek Scarlett Whitening usaha untuk mempromokan produknya dalam bahasa yang gampang dimengerti dengan intonasi yang alami. Tidak lupa, mereka menyelipkan kalimat persuasif (ajakan) diakhir kalimat yakni: “yok selekasnya ikut-ikutan dan rasakan sendiri hasilnya” untuk memberikan keyakinan calon konsumen.

5. Gunakan Kosakata yang Lebih Variatif

Saat menulis deskripsi produk, memang Anda disarankan untuk memakai kosa kata yang termudah dimengerti. Tapi, janganlah sampai ini malah membuat Anda jadi monoton untuk pilih kosakata yang itu melulu. Mengambil contoh seperti yang sudah dilakukan oleh merek Pond’s saat mempromokan produk eye krim di bawah ini.

Contoh pemasaran Ponds di Instagram

Dibandingkan memakai kalimat umum seperti “bisa membuat cerah tempat bawah mata”, mereka juga menukarnya dengan kalimat berbentuk “buat mata dan tempat kulit disekelilingnya kelihatan optimal dan glowing”. Dengan demikian, produk Anda akan kelihatan lebih menarik di mata customer. Disamping itu di akhir text, mereka menambah kalimat idiom berbentuk “because all eyes will be on yours” yang memberikan dukungan text deskripsi jadi lebih menjual.

6. Pastikan Teks Mudah di Skimming

Tahukah Anda jika pengunjung cuman membaca sekitaran 16 % apa yang telah ada di halaman web? Sesudah masuk, mereka umumnya cuman meng-skimming tulisan dan membaca info yang diperlukan saja. Itu penyebabnya, Anda perlu membuat text deskripsi seefektif mungkin.

Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Selasa, 21 Desember 21 - 14:34 WIB
Dalam Kategori : CARA MENULIS DESKRIPSI PRODUK YANG JITU DAN MENJUAL
Dibaca sebanyak : 170 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback